Home » Cerita Motivasi » Kisah Umar dan Amir

Kisah Umar dan Amir

Start here

Suatu hari, 2 anak muda, Amir dan Umar menaiki bukit “Permen Loly Pop”. Sepanjang pendakian ada banyak sekali  permen berbagai rasa.

Amir dengan cepat dan terburu-buru mengambili permen sebanyak mungkin dan memasukannya dalam tas sampai penuh.
Sampai di puncak bukit Amir berjumpa dengan seorang kakek.

Kakek itu  bertanya kepada Amir,
“Hai anak muda, kamu kelihatan lelah & terburu-buru, ada apa?

Amir menjawab, “Saya kumpulkan permen yang banyak kakek.”

Kakek tersebut bertanya lagi,
“Apakah kamu sudah merasakan permen itu?

Amir menjawab, “belum kek. Mana sempet? Saya terburu-buru.” Sambil ngos-ngosan nafasnya.

Tak lama kemudian anak 1 lagi muncul bernama Umar. Ia santai tidak nampak lelah.

Kakek tersebut bertanya kepada Umar, “Apa yg kamu alami? Kamu nampak senang dan segar.”

Umar menjawab;
“Pemandangan indah sekali dr tadi. Sambil menikmati perjalanan saya menikmati lezatnya permen permen yang banyak kek. Semuanya mempesona saat permen2 ini menemani perjalananku.”

Umar dan Amir adalah cerminan manusia dalam menjalani hidup ini.

“AMIR”
Simbol org yg menganggap hidup sebagai beban. Mengejar dan mengejar. Bahkan semua dia dapat, tetapi sayang, ia tidak menikmati dan mensyukuri apa yg ia dapat. Semuanya kering dan tidak bermakna.

“UMAR”
Simbol orang yang bisa menikmati apa arti “Perjalanan Hidup”. Perjuangan hanya berarti bila orang bisa mensyukuri, memuji kebesaran Ilahi. Umar menikmati apa itu hidup.

Siapakah saya dan anda? Kita ini hidup seperti Amir yg hanya mengejar ambisi tapi semuanya kering karena tidak mampu menikmati dan mensyukuri, atau seperti umar yg serius tapi rileks, menikmati apa yg ada dan mensyukurinya dengan pujian?


Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>