Home » Cerita Motivasi » Sudut Pandang NLP

Sudut Pandang NLP

Start here

images (5)Ada ilustrasi yang sangat populer yang mungkin kita sudah sering tahu,lihat, dengar mengenai sudut pandang, Jika dilihat sekilas, gelas disebelah ini tak bermakna. Hanya sebuah gelas yang berisikan air. Untuk seseorang yang sedang haus pun, rasanya jumlah itu terlalu sedikit untuk mengobati dahaga. Gelas bening dengan air yang juga transparan di dalamnya. Jika seseorang bertanya kepada Anda apakah gelas Anda disebelah setengah penuh atau setengah kosong? Setengah Isi, setengah kosong keduanya benar, semua tergantung dari cara kita memandang.  Kita masing-masing melihat kebenaran dan realitas dari perspektif kita sendiri. Orang lain melihatnya dari perspektif yang berbeda, yaitu perspektif mereka.

Begitu juga dalam komunikasi, untuk memahami seseorang kita perlu melihat dari sudut pandang yang berbeda, seperti berlian akan memperlihatkan kilauan yang mempesona dari berbagai sisi. Setiap orang tidak bisa mempersepsikan berlian tersebut sebagai sebuah keseluruhan apabila hanya melihat dari satu sisi, yang mana hanya akan merefleksikan salah satu sisi dari berlian tersebut saja. Kita cenderung mengumpulkan informasi yang mendukung keyakinan kita hanya melihat dari satu sisi, apakah ini benar atau salah?

Dalam ilmu NLP, dikenal presuposisi yang dapat kita gunakan untuk memahami dan melihat dari sudut pandang yang berbeda adalah sebagai berikut :

Peta Tidak Mewakili Daerah Yang Sebenarnya

Pernahkan Anda melihat peta yang menggambarkan lokasi tempat tinggal Anda dan Apakah lokasi tempat tinggal Anda yang ada di peta sama dengan tempat tinggal Anda saat ini?

Peta bukanlah wilayah yang sebenarnya. Ini adalah prinsip dasar NLP. Peta memang menggambarkan suatu wilayah, tetapi bukan wilayah itu sendiri. Makin besar peta seseorang, makin besar makna yang dapat diartikan. Apa yang kita pikirkan, bukanlah kejadian yang sebenarnya, karena apa yang kita pikirkan sudah dipengaruhi oleh persepsi atau pemaknaan dari diri kita terhadap hal tersebut. Dengan demikian, peta yang paling baik adalah peta yang paling menggambarkan wilayah yang dimaksudkannya. Misalnya saja, saya mengatakan kepada Anda, tolong Ambilkan saya pisau. Apa yang muncul dalam pikiran Anda setelah mendengar kata “pisau”? Apakah kosa kata “pisau” dipikiran saya sama dengan kosa kata “pisau” dipikiran Anda? Apakah anda terbayang pisau dapur dengan pegangan berwarna hitam, coklat, atau pisau buah, atau pisau golok, bahkan ada yang membayangkan pisau roti. Bisa kita lihat, kata “pisau” kosa kata setiap orang berbeda, semua tergantung dari pengalaman dan sudut pandang memandang setiap pribadi.

Penggambaran peta selalu dipengaruhi sudut pandang dari orang yang menggambarkannya. Itu yang menyebabkan respon setiap orang terhadap satu kejadian akan berbeda, karena dipengaruhi oleh pemaknaan yang berbeda terhadap situasi tersebut. Apa yang kita ketahui belum tentu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Begitu pula jika orang lain mencoba menilai kita, mereka juga tidak tahu keadaan yang sebenarnya tentang diri kita. Masing-masing orang memiliki persepsi yang berbeda mengenai suatu hal, memberi pemaknaan yang berbeda, sehingga akan memberikan respon yang berbeda pula.

Menghormati Cara Setiap Pribadi Membentuk Dunianya.

“Kehidupan kita adalah yang dihasilkan oleh pikiran kita”. Epictetus

Menghargai model dunia yang dimiliki oleh orang lain, memungkinkan kita untuk lebih terbuka dalam memahami, mendengar, mendukung, merespon orang lain.

Setiap manusia memiliki dunianya sendiri yang dibangun oleh nilai-nilai dan kepercayaan yang melatarbelakangi dari setiap perilakunya, jika kita mau memahami seseorang, terlebih dahulu kita memahami struktur dari sudut pandang orang tersebut melihat.

Seperti halnya cerita berikut ini : Pada awalnya, Silvy adalah anak tunggal dari keluarga yang kaya raya, Silvy masih belia sewaktu Perang Dunia II, sampai keluarganya yang kaya raya kehilangan segalanya. Bahkan  Silvy dan kedua orangtuanya tidak punya cukup makanan untuk dimakan, sampai suatu ketika ibu Silvy meninggal dunia karena kelaparan. Ayah Silvy adalah pekerja keras yang sangat tangguh, sampai akhirnya sedikit demi sedikit keluarga ini mulai berjaya kembali. Saat ini Silvy, di usia 80 tahunan merupakan salah satu orang yang terkaya di kotanya. Meskipun demikian Silvy dapat membeli apapun yang diinginkannya, namun ia tidak melakukannya. Ia menabung untuk masa-masa darurat. Ketika Silvy  makan siang di restoran, ia selalu mengisi tasnya dengan roti gratisan dan saku di bajunya dengan permen dari meja yang boleh diambil bebas. Meskipun ia dapat membeli semua roti yang diinginkannya dan tidak makan permen. Mengapa Silvy berbuat seolah-olah dirinya sangat miskin ketika sesungguhnyadirinya punya banyak uang? Dirinya masih berpikir sebagai orang miskin dan hal ini mempengaruhi bagaimana dirinya menjalani kehidupan dan berkomunikasi dengan orang lain.

Dari cerita diatas dapat disimpulkan bahwa, setiap orang memiliki dunianya sendiri, dan kitapun sebaiknya menghormati cara orang lain dalam membentuk dunianya.

Selalu Ada Niat Positif Di Balik Setiap Perilaku.

Aristoteles mengatakan, “Setiap pengetahuan dan pencarian, sebagaimana setiap tindakan dan usaha, bertujuan pada suatu kebaikan.”

Sebuah perilaku selalu berharga di suatu tempat pada suatu waktu. Misalnya, Kemarahan berguna ketika seseorang sedang diserang. Kemarahan luar konteks mungkin merupakan upaya untuk mendapatkan orang untuk mengerti.

Hal lainnya adalah ada seorang gadis PSK bernama Reza yang rela menjalani kehidupan malam, apabila ditelusuri lebih dalam, tenyata gadis ini terpaksa melakukan hal tersebut karena tidak memiliki keahlian yang lain, hanya dia mengingat ibunya yang sedang menderita sakit di desa, jadi setiap bulan gadis ini mengirimkan uang untuk ibunya berobat dengan menjalani profesi sebagai wanita hiburan malam.

Contoh lainnya, Pak Adi ketahuan mencuri, setelah ditelusuri, tenyata anaknya sedang sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang cukup besar, karena keterbatasan ekonomi Pak Adi membuat dia melakukan hal tersebut, walau niatnya untuk mencari uang buat pengobatan anaknya.

Secara perilaku diatas mungkin kita anggap negatif sebelum kita telusuri, tetapi apabila kita sudah telusuri kita mengetahui bahwa kita pisahkan terlebih dahulu antara perilaku dengan pribadi seseorang. Perilakunya yang perlu kita jauhi, tetapi pribadi orang tersebut melakukan hal tersebut memiliki niat yang positif.


Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>